Temukan Beragam Destinasi Liburan Dalam 1 Aplikasi. Download Sekarang!   Get it on Google Play Get it on Appstore

Menyusuri Jejak Indonesia di Belanda


Bulan Agustus identik dengan perayaan kemerdekaan Indonesia. Setelah dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad dan juga oleh Jepang selama 3,5 tahun akhirnya Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya. Sebagai mantan penjajah Indonesia, Belanda ternyata masih memiliki beragam koleksi foto, video, dan peninggalan Indonesia pada zaman dulu yang tersimpan di beberapa museum di Belanda.

Tropenmuseum, Amsterdam

Tropenmuseum

Didirikan pada tahun 1864, Tropenmuseum merupakan salah satu museum etnografi dan antropologi terbesar di Amsterdam. Museum ini menyimpan koleksi benda-benda sejarah peninggalan bekas negara koloni Belanda, termasuk Indonesia. Di salah satu sisi bangunan terdapat relief yang menceritakan sejarah bagaimana bangsa Belanda berlayar melewati lautan dan benua hingga bisa sampai ke Indonesia.

Museum ini juga menyimpan berbagai lukisan, wayang, alat musik, patung, senjata kuno, artefak tekstil, hingga rempah-rempah Indonesia juga ikut dipamerkan di museum ini. Salah satu yang paling menarik adalah museum ini juga memamerkan koleksi foto-foto dan video tentang Indonesia pada zaman kolonial Belanda. Tropenmuseum dipercaya sebagai museum yang paling banyak memiliki koleksi peninggalan dari Indonesia.

Museum Volkenkunde, Leiden

museum volkenkunde

Berlokasi tak jauh dari Stasiun Leiden Centraal, Museum Volkenkunde disebut sebagai salah satu museum etnografi tertua di dunia. Museum yang didirikan pada 1837 ini memamerkan berbagai koleksi benda-benda dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan untuk koleksi-koleksi yang berasal dari Indonesia ditempatkan dalam sebuah ruangan sendiri, karena jumlahnya terbilang lebih banyak dibanding dengan koleksi dari negara lainnya.

Sejak tahun 1860, Museum Volkenkunde mulai mengumpulkan benda-benda yang berasal dari Indonesia yang didapatkan dengan berbagai cara, yaitu dari ekspedisi ilmiah, temuan arkeologi, rampasan perang, dan hibah dari pameran dunia. Beberapa barang yang dikoleksi di museum ini antara lain patung arca dari kerajaan Singasari dan kerajaan nusantara lainnya, kain dan pakaian adat dari suku khas Indonesia, senjata daerah seperti keris dan badik, dan masih banyak benda khas Indonesia lainnya.

Perpustakaan Leiden, Leiden

Perpustakaan Leiden

Perpustakaan dari Universitas Leiden ini menyimpan banyak koleksi peninggalan sejarah tentang Asia. Kini pun telah dibuka Leiden University’s Asian Library yang berisi koleksi literatur khusus negara di Asia, termasuk Indonesia. Perpustakaan yang telah berdiri sejak tahun 1587 ini memiliki manuskrip kuno Indonesia sebanyak sekitar 26 ribu, bahkan lebih banyak dari Perpustakaan Nasional Indonesia yang hanya memiliki sekitar 10ribu manuskrip. Terdapat koleksi buku, peta, dokumen, foto, dan juga musik yang ada pada zaman awal Indonesia.

La Galigo dan Babad Diponegoro merupakan dua koleksi paling berharga yang dimiliki oleh perpustakan ini. Kedua buku tersebut masuk ke dalam daftar warisan UNESCO. La Galigo merupakan manuskrip yang mengisahkan tentang mitos penciptaan peradaban Bugis dari Sulawesi Selatan yang ditulis dalam bentuk puisi bahasa Bugis Kuno. Sedangkan Babad Diponegoro adalah manuskrip klasik yang menceritakan tentang kisah hidup Pangeran Diponegoro, termasuk tentang Perang Diponegoro. Naskah ini dibuat ketika Pangeran Diponegoro tengah diasingkan ke Manado. Selain itu perpustakaan ini juga menyimpan ratusan surat Kartini beserta lukisan-lukisannya.

Tertarik untuk melihat langsung peninggalan-peninggalan Indonesia di museum-museum tersebut? Segera pesan tiket pesawat di Golden Rama.

Jadikan Golden Rama Tours & Travel pintu gerbang Anda menuju destinasi yang luar biasa.   


Kembali Ke Atas