Temukan Beragam Destinasi Liburan Dalam 1 Aplikasi. Download Sekarang!   Get it on Google Play Get it on Appstore

Menjelajah Keunikan Budaya Kampung-Kampung Adat di Sumba


Selain terkenal dengan keindahan alam berupa pantai-pantai cantik dan eksotis serta hamparan perbukitan savana yang luas dan mempesona, Sumba ternyata memiliki kampung-kampung adat yang masih kental dengan tradisi dan adat istiadatnya. Jika ingin lebih mengenal adat Sumba, kunjungan ke kampung-kampung adat berikut bisa menjadi inspirasi.


Kampung Adat Manola


Kampung Adat Manola


Kampung adat Manola berada di Desa Tena Teke, sekitar satu jam ditempuh dari Tambolaka, ibu kota Sumba Barat Daya. Di desa adat ini terdapat 26 rumah adat besar  yang terbuat dari alang-alang serta bahan lain yang diambil dari alam. Menurut sejarah lisan, penduduk yang tinggal di desa ini merupakan keturunan dari Gunung Yawila, sebuah gunung besar dan tinggi yang berada di wilayah ini.


Desa adat ini terkenal dengan sebuah upacara adat yang disebut upacara Teda yang memiliki makna meminta berkat dari Dewa Marapu untuk keberhasilan panen dan menolak malapetaka dan musibah. Di desa ini juga ada 113 kubur batu tua berukuran besar dan kecil yang sudah berumur ratusan tahun.


Kampung Adat Ratenggaro


ratenggaro-1


Kampung Adat Ratenggaro terletak sekitar 40 km dari Tambolaka, dapat ditempuh dengan 1,5 jam hingga 2 jam berkendara. Terletak di pesisir pantai, dari desa ini dapat terlihat keindahan pantai pasir putih dan laut yang cantik.


Nama Ratenggaro berasal dari dua kata, yaitu Rate yang berarti kuburan ,sedangkan Garo yang memiliki arti orang-orang Garo atau penduduk awal desa ini. Nama tersebut merujuk pada sejarah dahulu desa ini saat masih terjadi perang antar suku, suku yang kalah berperang akan dibunuh dan dikubur di tempat tersebut. Ada sekitar 304 kuburan batu peninggalan leluhur desa tersebut yang menjadi ciri khas desa adat ini.


Selain kubur batu tua, ada lagi yang menjadi ciri khas desa ini, yaitu rumah-rumah adat di desa ini memiliki atap menara yang tingginya mencapai 15 meter. Tinggi rendahnya atap dibedakan berdasarkan status sosialnya.


Kampung Adat Praijing


kampung adat praijing


Kampung Adat Praijing berlokasi di Desa Tebara, Sumba Barat. Berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kota Waikabubak. Tak kalah menarik dari kampung adat lainnya, kampung ini juga menawarkan pesona rumah adat yang unik dan juga keindahan pemandangan hamparan persawahan yang luas.


Di kampung ini terdapat 38 rumah adat tradisional khas Sumba. Rumah adat di kampung ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu rumah adat besar (Uma Bokulu) dan rumah menara (Uma Mbatangu). Pada rumah adat tersebut dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pada bagian bawah digunakan untuk memelihara hewan ternak, bagian tengah sebagai tempat tinggal, dan bagian atas digunakan untuk menyimpan bahan makanan dan benda pusaka.


Tertarik untuk mengunjungi kampung adat di Sumba? Segera pesan package LIHAT SUMBA – BUKIT LENDONGARA di Golden Rama.  Ada penawaran menarik di Festival LIHAT Nusantara bersama Golden Rama.


Jadikan Golden Rama Tours & Travel pintu gerbang Anda menuju destinasi yang luar biasa.


Kembali Ke Atas