Temukan Beragam Destinasi Liburan Dalam 1 Aplikasi. Download Sekarang!   Get it on Google Play Get it on Appstore

Mengunjungi Ephesus, Kota Kuno di Turki


ephesus-1178715_1280 pixabay


Pariwisata Turki perlahan bangkit kembali di masa New Normal. Pemerintah Turki berhasil meyakinkan para wisatawan tentang keamanan berwisata di Turki dengan meluncurkan sertifikasi pariwisata sehat untuk berbagai sektor penunjang pariwisata, seperti maskapai penerbangan, bandara, penginapan, transportasi umum, objek wisata, dan restoran. Sejak dibuka kembali untuk wisatawan Juni lalu hingga kini tercatat sudah jutaan wisatawan berlibur ke Turki.


Turki memang terkenal akan objek wisatanya yang beragam dan juga unik. Salah satu yang menjadi favorit wisatawan dan tak boleh terlewatkan untuk dikunjungi adalah Ephesus, sebuah kota kuno di Turki.


Ephesus dibangun pada sekitar abad ke-10 SM oleh koloni Attic dan Yunani Ionia. Awalnya Ephesus merupakan kota Yunani Kuno kemudian direbut dan  menjadi kota Romawi. Kota ini memiliki sejarah yang panjang dan hingga kini para peneliti belum dapat mengungkap semua peninggalan dan kebudayaan dari Ephesus.


Di sini, Anda dapat menemukan sisa reruntuhan bangunan peninggalan peradaban kota Ephesus, seperti Kuil Artemis, Perpustakaan Celsus, dan Grand Theater of Celsus.


Kuil Artemis




wikimedia


Ephesus terkenal akan Kuil Artemis yang telah dibangun sejak sekitar 550 SM. Kuil Artemis dibangun sebagai tanda penghormatan pada Dewi Artemis yang merupakan dewi para pemburu, hutan, bulan, dan pemanah. Kuil Artemis termasuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban kuno. Kuil Artemis pernah dibakar pada tahun 356 SM, kemudian dibangun lagi dengan desain yang lebih rumit. Selama kurang lebih 500 tahun dijadikan tempat beribadah, kuil ini diserang dan dihancurkan oleh bangsa dari utara, namun saat itu diputuskan untuk tidak dibangun kembali. Jadi, yang terlihat saat ini hanya berupa reruntuhannya saja.


Perpustakaan Celsus




ephesus-2438351_1920 pixabay


Perpustakaan Celsus dibangun sejak 117 Masehi hingga 135 Masehi oleh Gaius Julius Aquila sebagai bentuk penghormatan terhadap ayahnya, Tiberius Julius Celsus Polemaeanus. Perpustakaan Celsus digunakan untuk menyimpan 12 ribu gulungan naskah dari berbagai wilayah. Selain itu perpustakaan ini juga menjadi monumen makam para keturunan Julius Celsus. Pada abad ke-10 Masehi, sebagain besar bangunan perpustakaan ini runtuh akibat gempa bumi. Yang dapat dilihat sekarang merupakan hasil reruntuhannya saja, itu pun hasil pemulihan yang dilakukan Austrian Archeological Institute.


Grand Theater of Ephesus




pixabay


Grand Theater of Ephesus berada di tepi lereng gunung yang menghadap ke Laut Mediterania. Saat zaman Romawi, Grand Theater of Ephesus merupakan tempat yang digunakan sebagai arena hiburan warga, termasuk sebagai arena bertarung para gladiator. Kini theater ini masih digunakan untuk berbagai kegiatan kesenian dan pertunjukan konser.


Ingin liburan ke Turki? Segera pesan tour ke Turki di Golden Rama sekarang.


Jadikan Golden Rama Tours & Travel pintu gerbang Anda menuju destinasi yang luar biasa.


Kembali Ke Atas